Selamat datang di blog Fauzul Azhim! Blog ini sedang dalam perkembangan. Mohon kritikan dan saran. Terima kasih!

Kamis, 04 Agustus 2011

Watch television shows live on your Computer

Watch TV - Live IP TVWatch 4000 Online television stations from your computer. No need of of a television tuner or decoder. Pure picture - no monthly payment needed. Watch television channels online from home. All you need is our IP television software, your computer, and online connection.

Today, many companies are also using live Ip TV and webcams or webcasts to conduct company with employees in different parts of country and even workers in different parts of the world. Whether you use it for own reasons or company reason, online television had become an indispensable resource. Most people can't purchase the fancy television packages often associated with companies who offer big list of shows.

This is where our Internet television software comes in. With this easy and accessible commodity to your life, you can cut your fees in half and only think about online fees. Some shops such as malls and bookstores even
offer online access for small fee or for free depending on where you are.

Whether you logged in from work to watch CNN, BBC or another news streaming station's live stream of a campaign event or you watched it on some other device such as your cellular phone or iPOD, you were able to stay on top of current news with the help of Online Internet television and online webcasts.
Baca selengkapnya==> Watch television shows live on your Computer

Gagasan di Belakang Kamus Besar Dunia

Penyusunan kamus merupakan proses yang panjang. Setiap tahap dalam proses itu merupakan kumulasi dari penelitian dan analisis bahasa serta kegunaan praktis kamus dari hasil proses sebelumnya. Setiap penerbitan kamus diarahkan kepada kecermatan pencatatan bahasa dan kesempurnaan penyusunan yang setinggi-tingginya; walaupun setiap terbitan tidak dapat dilepaskan dari “ideologi bahasa”, editor masing-masing menyesuaikan terbitannya dengan selera publik. Berikut ini diberikan beberapa contoh.
Samuel Johnson, Bapak Leksikografi Inggris, penyusun Dictionary of the English Language (1755), menyatakan bahwa fungsi kamus ialah memelihara kemurnian bahasa. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Noah Webster, Bapak Leksikografi Amerika, penyusun An American Dictionary of the English Language (1828). Kamus itu menurunkan beberapa generasi kamus yang memakai nama Webster di Amerika.
Ideologi bahasa yang normatif itu bertentangan dengan pendirian yang melandasi kamus-kamus modern, seperti A New English Dictionary on Historical Principles (1934), yang lebih terkenal sebagai Kamus Oxford, dan Webster’s Third New International Dictionary (1961) yang berusaha mencatat dan menafsirkan pemakaian bahasa secara cermat, tanpa mengemukakan mana yang betul dan mana yang salah
Tradisi perkamusan di Negara sudah maju memang dimulai dengan kamus baku dan kamus ekabahasa (monolingual); dari kamus sumber itulah diterbitkan kamus-kamus yang lebih terbatas, seperti Shorter Oxford Dictionary, Van Dale Handwoordenboek (dari Van Dale Grootwoordenboek der Nederlandse Taal), dan Petit Larousse (berdasarkan Grand Larousse). Berdasarkan kamus-kamus baku itu, disusunlah kamus-kamus dwibahasa (bilingual).

Disadur dari Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Bahasa Edisi Keempat.
Baca selengkapnya==> Gagasan di Belakang Kamus Besar Dunia

Minggu, 31 Juli 2011

Buku Referensi Bahasa Selain Kamus

Dua jenis buku referensi bahasa yang berbeda dari kamus ialah ensiklopedi dan tesaurus. Ensiklopedi agak berbeda dari kamus dalam memberikan penjelasan kata. Di dalam ensiklopedi diberikan uraian terperinci tentang berbagai cabang ilmu atau bidang ilmu tertentu dalam artikel-artikel terpisah sesuai dengan pengelompokan kategori.
Tesaurus berbeda dari kamus dalam hal pemberian penjelasan. Tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke kata atau sebaliknya. Bentuk tesaurus pun dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu tesaurus yang disusun secara alfabetis dan disusun secara tematis. Untuk tesaurus yang disusun secara alfabetis, di dalam entri biasanya akan dimuat sederetan hiponim, sinonim, dan antonim. Kata-kata yang berhiponim (yang maknanya saling bertindihan) dikelompokkan dengan superordinatnya sebagai judul, atau kata-kata yang bersinonim dikelompokkan dengan salah satu anggota sinonim itu sebagai judul. Sementara itu, di dalam tesaurus yang disusun menurut tema, kosakata dikelompokkan berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan. Untuk memudahkan pencarian kosakata yang dimaksud, di dalam tesaurus tematis disediakan indeks. Tesaurus sifatnya monolingual dan lazimnya tidak memuat definisi.

Disadur dari Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Bahasa Edisi Keempat.
Baca selengkapnya==> Buku Referensi Bahasa Selain Kamus